Langsung ke konten utama

Pertemuan Minggu Kesepuluh PKn - 3 Warga Sragen Gantung Diri, Mensos Minta Masyarakat dan Pemangku Kepentingan Peka dengan Lingkungan Sekitar

Assalamu'alaikum Wr, Wb

Nama                       : Putri Nabila Fachrennisa 

Kelas / NIM            : 2B / 11210541000078

Prodi                        : Kesejahteraan Sosial

Mata Kuliah            : PKn

Dosen Pengampu    : Drs. Study Rizal, LK., M.Ag 

Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi | UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

3 Warga Sragen Gantung Diri, Mensos Minta Masyarakat dan Pemangku Kepentingan Peka dengan Lingkungan Sekitar

Sumber : https://nasional.kompas.com/read/2022/05/16/13512491/3-warga-sragen-gantung-diri-mensos-minta-masyarakat-dan-pemangku-kepentingan

Penulis: Inang Jalaludin Shofihara | Editor: Amalia Purnama Sari

Kompas.com - 16/05/2022, 13:51 WIB


Bismillahirrahmanirrahiiim...

Halo teman-teman! Pada minggu kesepuluh dalam pertemuan catatan blog ini saya kembali menuliskan sebuah berita baru serta menguraikan tanggapan saya terhadap pemberitaan yang disajikan oleh media online yang berkaitan dengan kesejahteraan sosial. 

Berita yang saya kutip selanjutnya adalah diambil dari kanal berita milik Kompas. Adapun di bawah ini adalah penjelasan singkat dari berita tersebut serta tanggapan saya atas berita, "3 Warga Sragen Gantung Diri, Mensos Minta Masyarakat dan Pemangku Kepentingan Peka dengan Lingkungan Sekitar."

Menyikapi meninggalnya tiga warga di Kabupaten Sragen yang meninggal gantung diri beberapa hari lalu, Tri Rismaharini, Menteri Sosial Republik Indonesia (Mensos RI) meminta pemangku kepentingan tingkat rukun tetangga (RT) atau rukun warga (RW), desa atau kelurahan ikut andil dalam aksi penanggulangan depresi di kalangan masyarakat.  

"Pak RT, Pak RW, Pak Lurah dan semua pihak terkait yang bersentuhan langsung dengan warga, ciptakan ruang kebersamaan. Buat kegiatan apa saja yang positif yang bisa saling terbuka," ujar Risma dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Sragen, Minggu (15/5/2022). 

Beliau meminta pemangku kepentingan dan masyarakat sekitar untuk menaruh kepedulian dan kepekaan dengan lingkungan sekitar. Karena pasalnya pelaku bunuh diri AR (40) dan SLAS (6) warga Duku Srasak, Desa Gondang, Kecamatan Gondang, dan S (30) warga Desa Pengkok, Kecamatan Kedawung adalah sosok pribadi yang pendiam. 

"Harus peduli sesama. Kalau ada suasana terbuka, komunikasi dengan baik antarwarga, ada saluran untuk menyampaikna isi hati kepada teman atau tetangga. Dengan begitu beban pikiran bisa dikurangi," ujarnya keterengan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (16/5/2022).

Risma memberikan motivasi dan dukungan moral, memberikan dukungan berupa sumbangan bantuan dana sejumlah 22 juta kepada masing-masing keluarga yang ditinggalkan. Adapun bantuan dana tersebut Risma berpesan agar digunakan untuk uang duka, modal usaha, biaya pendidikan anak-anak pelaku, serta biaya kebutuhan anak-anak sehari-hari. 

Selain itu, Risma juga mengirim petugas Kemensos untuk memberikan motivasi, sugesti positif kepada keluarga yang ditinggalkan melalui hipnoterapi agar dapat menerima kepergian ayah atau suami dan terus berjuang melanjutkan hidup.

Melalui berita yang dipublikasi oleh Kompas, saya turut merasa senang akan kunjungan, bantuan, serta kepedulian yang diberikan oleh Ibu Risma sebagai Mensos RI kepada masing-masing keluarga yang ditinggalkan. Rasa kepedulian yang diberikan bu Risma nantinya akan menjadi contoh yang baik bagi pemangku kepentingan di ruang lingkup masyarakat. Masyarakat pada era saat ini kebanyakan orang-orangnya memiliki sifat individualisme yang kuat. Dan ketidakpedulian yang seperti ini bukanlah hal yang baik bagi kita sebagai manusia yang sejatinya merupakan makhluk sosial, yang membutuhkan manusia lain untuk membantu dan menolong dalam kehidupan sehari-hari.



Komentar