Langsung ke konten utama

Pertemuan Minggu Kesembilan PKn - Waspada Hepatitis Akut, Warga Pematangsiantar Diajak Terapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat

  Assalamu'alaikum Wr, Wb

Nama                       : Putri Nabila Fachrennisa 

Kelas / NIM            : 2B / 11210541000078

Prodi                        : Kesejahteraan Sosial

Mata Kuliah            : PKn

Dosen Pengampu    : Drs. Study Rizal, LK., M.Ag 

Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi | UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Waspada Hepatitis Akut, Warga Pematangsiantar Diajak Terapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat

Sumber : https://mediaindonesia.com/nusantara/491112/waspada-hepatitis-akut-warga-pematangsiantar-diajak-terapkan-polahidup-bersih-dan-sehat

Penulis : Apul Iskandar | Nusantara

Mediaindonesia.com - Senin, 09 Mei 2022, 09:06 WIB


Bismillahirrahmanirrahiim...

Halo teman-teman! Di minggu kesembilan pada pertemuan catatan blog ini saya kembali hadir menyapa teman-teman dan menguraikan tanggapan saya terhadap pemberitaan yang disajikan media online yang berhubungan dengan kesejahteraan sosial.

Berikut ini adalah penjelasan singkat dari berita tersebut serta tanggapan saya atas berita, "Waspada Hepatitis Akut, Warga Pematangsiantar Diajak Terapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat".

Menindaklanjuti SE Kemenker Nomor HK 02/C/2515/2022 tentang Kewaspadaan terhadap penemuan kasus hepatitis akut, Pemerintah Kota Pematangsiantar Sumatra Utara melalui Kepala Dinas Kesehatan Kota Pematangsiantar, Ronald Saragih menyampaikan bahwa saat hari Rabu (7/5) belum ditemukan atau mendapatkan kasus hepatitis akut. Meskipun demikian, Ronald mengimbau serta mengajak masyarakat Kota Pematangsiantar untuk tetap menjalankan perilaku bersih dan sehat.

"Terutama melakukan cuci tangan dengan memakia sabun terutama pada anak-anak, yang dapat mencegah terjadinya penularan berbagai macam infeksi. Dari kasus yang dilaporkan terjadi yang dapat terinfeksi pada anak-anak berusia 1 bulan hinga 16 tahun," kata Ronald Saragih kepada Media Indonesia, Sabtu (7/5).

Kemudian, Ronald juga menyarankan kepada semua warga Pematangsiantar untuk langsung menghubungi fasilitas kesehatan (fasker) terdekat apabila menemukan gejala-gejala yang terjadi pada anak-anak mereka agar segera mendapatkan pengobatan lebih lanjut. 

"Segera datang ke puskesmas terdekat Dinas Kesehatan Kota Pematangsiantar atau langsung datang ke RSUD Djasamen Kota Pematangsiantar," ajak Ronald.

Adapun gejala-gejala hepatitis akut di antaranya adalah kencing berwarna gelap, feses atau tinja pucat, kuning pada sklera mata dan kulit, lemas nyeri sendi dan oto, diare mual dan muntah serta nyeri di bagian perut.

Sampai saat ini Ronald berkata penyebab dari penyakit tersebut masih belum diketahui secara pasti dan masih dalam penyelidikan. 

"Secara umum etiologi kasus hepatitis saat ini masih dalam penyelidikan. Pemeriksaan laboratorium untuk memeriksa adanya agen biologis, kimiawi dan agen lain masih terus dilakukan pada kasus yang telah teridentifikasi," ungkap Ronald. (AP/OL-10)

Menanggapi dari kasus hepatitis akut yang termuat dalam berita tersebut, saya turut bersimpati atas ancaman yang menyasar kepada anak-anak di Indonesia bahkan mungkin anak-anak di seluruh dunia. Pasalnya pula hingga sejauh ini, penyebab hepatitis akut yang menyasar pada anak-anak masih belum diketahui dan bagaimana cara penularannya.

Dengan begitu, untuk mengantisipasi akan ancaman penyakit tersebut pola hidup yang bersih dan sehat sangat penting dilakukan oleh semua lapisan masyarakat Indonesia maupun dunia. 

Selain itu, menurut saya ada baiknya pula para pihak yang memiliki kendali atas kebijakan, terutama kebijakan dalam bidang kesehatan dan kesejahteraan masyarakat menyediakan atau menambah pelayanan jaminan kesehatan yang lebih terbaru dalam menghadapi penyakit menular yang masih misterius ini. Hal ini dikarenakan khawatir terhadap segelintir orang yang tidak mampu secara finansial untuk biaya pengobatan hepatitis akut anak. 

Dan secara terang-terangan para komunitas yang bergerak di bidang kesehatan untuk mengkampanyekan akan adanya ancaman bahaya penyakit hepatitis akut anak, serta langkah-langkah pencegahannya.






Komentar