Langsung ke konten utama

Pertemuan Minggu Kesebelas PKn - Beban Ekonomi Makin Berat, Anak-anak Dibantu Tidak Putus Sekolah

 Assalamu'alaikum, Wr, Wb

Nama                          : Putri Nabila Fachrennisa

Kelas / NIM               : 2B / 11210541000078

Prodi                          : Kesejahteraan Sosial

Mata Kuliah             : PKn

Dosen Pengampu     : Drs. Study Rizal, LK, MA

Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi | UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Beban Ekonomi Makin Berat, Anak-anak Dibantu Tidak Putus Sekolah

Sumber : https://ekbis.sindonews.com/read/768847/34/beban-ekonomi-makin-berat-anak-anak-dibantu-tidak-putus-sekolah-1652465133

Penulis : Nanang Wijayanto

Sindonews.com - Jumat (13/05/2022) - 15:15 WIB


Bismillahirrahmanirrahiiim...

Halo teman-teman! Pada minggu kesebelas dalam pertemuan catatan blog ini saya kembali menuliskan sebuah berita baru serta menguraikan tanggapan saya terhadap pemberitaan yang disajikan oleh media online yang berkaitan dengan kesejahteraan sosial. 

Berita yang saya kutip selanjutnya adalah diambil dari kanal berita milik Sindonews. Adapun di bawah ini adalah penjelasan singkat dari berita tersebut serta tanggapan saya atas berita, "Beban Ekonomi Makin Berat, Anak-anak Dibantu Tidak Putus Sekolah."

Masa pandemik Covid-19 telah membebani perekonomian masyarakat. Tekanan ekonomi memaksa anak-anak putus sekolah yang kemudian bekerja di sektor informal atau turun ke jalan untuk mencari nafkah dengan bekerja serabutan. Fenomena putus sekolah juga terjadi karena pembelajaran jarak jauh (luring) nyatanya tidak dapat berjalan dengan efektif.

Berdasarkan laporan Kemendikbudristek ada 75.303 orang anak yang putus sekolah pada tahun 2021. Jumlah anak yang putus sekolah tertinggi ada pada tingkat sekolah dasar (SD) yakni sebanyak 38.716 orang, mayoritas karena alasan ekonomi. Anak-anak yang putus sekolah kemudian mencari cara untuk menghasilkan uang dengan turun ke jalan untuk membantu orang tua. 

Tindakan preventif agar anak-anak tidak putus sekolah, Frisian Flag Indonesia bersama SOS Children's Villages Indonesia berkolaborasi untuk mengajak seluruh masyarakat berdonasi sebanyak Rp 10.000 hanya dengan pembelian susu di e-commerce Shopee selama bulan April 2022 lalu. Kampanye 1.000 langkah kebaikan tersebut bertujuan membantu anak-anak yang putus sekolah karena terdampak pandemi yang kemudian akan disalurkan di sejumlah daerah di Indonesia. 

"Dana yang terkumpul untuk membantu biaya pendidkan anak-anak Indonesia yang terdampak pandemi. Pandemi telah menyebabkan anak-anak putus sekolah karena beban ekonomi yang begitu berat," ujar Denisa Rizkiya, Corporate Partnership Manager SOS Children's Villages Indonesia di Jakarta.

Harapan Denisa adalah bantuan tersebut akan menyambung harapan anak-anak untuk melanjutkan cita-cita mereka dengan kembali bergabung di sekolah bersama teman-temannya. Serupa, Category Marketing Manager Frisian Flag Indonesia, Pratiwi Rosani berharap bantuan pendidikan seperti ini dapat meringankan beban ekonomi terhadap orang tua dan anak-anak untuk kembali bersekolah menyulut masa depan yang terbentang luas di hadapan mereka.

Head of FMGC Shopee Indonesia, Putri Lukman mengatakan perubahan yang terjadi secara mendadak ini akibat pandemi Covid-19 berdampak terhadap berbagi aspek kehidupan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk anak-anak.

"Melalui kerja sama ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi yang positif terhadap pengembangan generasi Indonesia selanjutnya," jelasnya.

Menanggapi berita online yang sudah dijelaskan di atas, saya mengapresiasi sekali atas inisiatif dan uluran tangan yang diinisiasi oleh Frisian Flag Indonesia dan SOS Children's Villages Indonesia dengan memberikan bantuan pendidikan dalam bentuk donasi untuk keluarga yang kurang mampu sebagai bentuk pencegahan putus sekolah di kalangan anak-anak. 

Frisian Flag sebagai salah satu perusahaan besar di Indonesia, yang menurut saya target pemasarannya sebagian besar adalah untuk anak-anak serta SOS Children's Villages Indonesia, keduanya sama-sama memfokuskan target pada tingkat anak-anak inisiasi bantuan pendidikan yang dilakukan sangat bagus dan kemungkinan besar dapat menyulut perusahaan atau komunitas lain untuk ditirukan. Karena hal ini dapat ditunjukkan sebagai bukti rasa kepedulian mereka sebagai bagian dari masyarakat dalam mendorong pendidikan bagi masa depan anak-anak yang cerah.

Selain itu, kegiatan donasi ini juga membantu program pemerintah dalam mengurangi angka putus sekolah bagi anak-anak Indonesia. Semoga untuk waktu yang panjang akan selalu ada pihak-pihak yang peduli terhadap tunjangan pendidikan masa depan bagi mereka anak-anak yang kurang mampu secara finansial.




Komentar