Langsung ke konten utama

Pertemuan Mingguan Ke Empat Belas Pancasila - Ambruk Hingga Tewaskan Ibu dan Anak, Rumah di Kalideres Akan Dirobohkan

 Assalamualaikum, Wr.  Wb

Nama                        : Putri Nabila Fachrennisa

NIM / Kelas             : 11210541000078 / 1B

Prodi                        : Kesejahteraan Sosial

Mata Kuliah            : Pancasila

Dosen Pengampu    : Drs. Study Rizal, LK., M.Ag

Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi | UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Ambruk Hingg Tewaskan Ibu dan Anak, Rumah di Kalideres Akan Dirobohkan


Sumber: https://megapolitan.kompas.com/read/2021/10/24/16413151/ambruk-hingga-tewaskan-ibu-dan-anak-rumah-di-kalideres-akan-dirobohkan?page=2

Penulis: Muhammad Naufal | Editor: Jessi Carina

Kompas.com - 24/20/2021, 16:41 WIB


Bismillahirrahmanirrahiim...

Halo teman-teman! Di catatan mingguan yang ke empat belas ini, Saya akan menuliskan sebuah tanggapan pemberitaan online yang berkaitan dengan masalah Kesejahteraan Sosial. 

Berikut adalah penjelasan singkat dari berita tersebut serta tanggapan Saya atas berita "Ambruk Hingga Tewaskan Ibu dan Anak, Rumah di Kalideres Akan Dirobohkan."

Hari Sabtu (23/10/2021) warga masyarakat Jalan Satu Maret, Pegadungan, Kalideres dikejutkan oleh suara gumuruh yang berulang kali dan juga suara seperti ledakan keras yang ternyata berasal dari ambruknya bangunan rumah milik salah satu warga. Peristiwa itu terjadi di malam hari pukul 21:30 WIB. 

Diketahui dalam peristiwa tersebut menewaskan 2 orang korban, yaitu seorang perempuan bernama Ita (40) dan putranya, Ardiansyah, 16 bulan. 

Saksi warga sekitar awalnya tidak mengetahui bahwa di dalam rumah itu tidak ada orang, namun setelah melihat motor korban yang terparkir dan anaknya yang paling tua, Andriawan (19) datang ke TKP memberi tahu bahwa ibu dan anak paling kecilnya masih berada di dalam rumah.

Rumah milik korban diduga sudah rapuh dan tua. Rumah itu berdempetan dengan rumah yang ada di sebelah kirinya. Sedangkan, ukuran jalan di depan rumah Ita tidak sampai 1 meter. Terlihat pasca ambruk, rumah Ita belum roboh sepenuhnya. Sebagian dinding sebelah kanan dan kiri rumah korban sudah roboh. Sementara, dinding depan dan belakang belum roboh sepenuhnya. Terlihat di bagian dalam rumah dipenuhi oleh puing-puing yang berserakan dan juga menutupi barang-barang di dalamnya.

Wali Kota Jakarta Barat, Yani Wahyu Purwoko, mengungkapkan rumah itu akan dirobohkan seluruhnya lantaran khawatir akan ambruk kembali dan membahayakan rumah di sekitar lokasi. Perobohan akan dilakukan setelah Polisi melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara).

Selanjutnya, menurut sudut pandang pribadi Saya atas peristiwa memilukan yang dialami oleh kedua korban itu adalah berkaitan erat dengan Kesejahteraan Sosial. Dapat ditinjau dari hilangnya tempat tinggal untuk Andriawan, anak Ita yang masih hidup, membuat Andriawan kehilangan tempat tinggalnya. 

Sebab manusia dikatakan sejahtera apabila tercapainya pemenuhan kebutuhan hidup. Adapun tingkatan kebutuhan yang harus dicapai oleh manusia supaya dapat dikatakan sejahtera adalah kebutuhan fisiologis, kebutuhan keamanan, kebutuhan sosial, kebutuhan akan penghargaan, dan terakhir kebutuhan aktualisasi diri. Lima kebutuhan yang telah diuraikan tadi merupakan hasil ungkapan dari Maslow tentang Teori Hierarki Kebutuhan.

Dalam peristiwa ini, Andriawan, anak korban yang masih hidup, dianggap sebagai orang dengan rentan sosial. Dikatan rentan sosial karena ia baru saja kehilangan keluarga dan tempat tinggalnya. Keluarga sebagai kebutuhan sosial, yakni tempat dimana manusia mendapatkan kasih sayang, penerimaan, dan rasa memiliki. Sementara, tempat tinggal sebagai kebutuhan fisiologis dan kebutuhan keamanan, seperti kebutuhan akan makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal, dan sebagainya. 

Kebutuhan keamanan mencakup kebutuhan seseorang akan keamanan jaminan perlindungan dari kejahatan fisik dan emosional, rumah sebagai tempat berteduhnya dari hujan dan paparan sinar matahari, serta jaminan bahwa kebutuhan fisik akan terus terpenuhi.

Dengan hilangnya sanak keluarga dan tempat tinggal berarti hilang pula kebutuhan hidup akan fisiologis, kebutuhan keamanan, dan kebutuhan sosialnya.






Komentar