Halo teman-teman! Di catatan mingguan yang ke empat belas ini, Saya akan menuliskan sebuah tanggapan pemberitaan online yang berkaitan dengan masalah Kesejahteraan Sosial.
Berikut adalah penjelasan singkat dari berita tersebut serta tanggapan Saya atas berita "Di Balik Video Warga Seberangi Sungai Deras Sambil Gotong Keranda, Ada Harapan agar Pemerintah Bangunkan Jembatan."
Jumat (17/12/2021) beredar sebuah video di media sosial yang memperlihatkan sejumlah warga menggotong keranda melewati sungai berarus deras. Video tersebut terjadi di Desa Penyandingan, Kecamatan Marga Punduh, Kabupaten Pesawangan, provinsi Lampung.
Kurniawan, yang mengunggah video tersebut menjelaskan bahwa peristiwa seperti itu sudah sering terjadi. Warga terpaksa menyeberangi sungai lantaran tidak ada jembatan. Oleh karena itu, warga setempat berharap agar pemerintah daerah bisa membangun jembatan di lokasi tersebut.
Kebetulan sungai dangkal dan berarus deras itu merupakan satu-satunya akses menuju areal pemakaman yang berada di pinggiran desa. Untuk ke sana, warga harus menyeberangi sungai selebar kurang lebih 28 meter.
Kurniawan juga menceritakan, jika di saat warga yang meninggal dunia berbarengan dengan sungai meluap, prosesi pemakaman terpaksa ditunda sampai air sungai surut.
Dalam video yang berdurasi 52 detik itu diunggah oleh Kurniawan di grup Facebook Berita Pesawangan Hari Ini. Video tersebut tampak warga menyeberangi sungai berarus deras sambil memegang seutas tali.
(Sumber: Kompas.com (Penulis: Kontributor Lampung Tri Purna Jaya | Editor: Priska Sari Pratiwi).
Selanjutnya, menurut sudut pandang saya kejadian yang telah dijelaskan di berita tersebut memiliki hubungan dengan bidang Kesejahteraan Sosial.
Karena berdasarkan fakta pada berita tersebut, jelas bahwa tidak ada jembatan penyeberangan sungai di Kecamatan Pesawangan akan menghambat jangkauan aktivitas penduduknya.
Tidak ada jembatan di daerah tersebut menurut saya akan memperlambat mobilisasi perkembangan penduduknya juga, perkembangan di daerah tersebut akan tertinggal dengan daerah yang fasilitas umumnya lengkap.
Jika ada hal-hal yang mendesak misalnya, seseorang telah meninggal dunia ataupun perlu cepat-cepat dilarikan ke fasilitas kesehatan namun aksesna sangat terjal sungguh sangat menyusahkan sekali bagi penduduknya.
Tingkat kesejahteraan masyarakatnya pun menurut opini saya akan menurun. Contoh sederhananya begini, misalnya seorang petani dan pelajar ingin pergi bekerja atau sekolah tetapi terhambat oleh akses jalannya karena keadaan sungai sedang meluap sehabis hujan deras. Dengan demikian, maka petani dan pelajar berpikir lebih baik untuk menundanya dulu sampai keadaan sungai tidak lagi meluap. Hal ini juga nantina akan berhubungan dengan permasalahan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Diharapkan pemerintah daerah setempat dapat melirik dan melakukan tindakan cepat supaya segara membangun jembatan penyeberangan. Keadaan infrastruktur yang tidak memadai akan mempengaruhi kualitas perkembangan daerahnya apakah berkembang atau tertinggal, dan mempengaruhi juga pada kualitas sumber daya manusia di wilayah tersebut.
Kemudian, tambahan dari saya ketika pemerintah setempat melakukan pembangunan infrastruktur alangkah lebih baik memperhatikan Analisis Dampak Lingkungannya (AMDAL) yang mengutamakan teori Pembangunan Berkelanjutan.
Komentar
Posting Komentar