Pertemuan Minggu Kesembilan Pancasila - Penelitian: BLT dan Raskin Tak Bisa Bebaskan Anak dari Kemiskinan
Assalamualaikum, Wr, Wb
Nama : Putri Nabila Fachrennisa
NIM / Kelas : 11210541000078 /1B
Prodi : Kesejahteraan Sosial
Mata Kuliah : Pancasila
Dosen Pengampu : Drs. Study Rizal, L.K., M.Ag
Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi | UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Penelitian: BLT dan Raskin Tak Bisa Bebaskan Anak dari Kemiskinan
Editor: Nibras Nada Nailufar
Kompas.com | 15/11/2019 | 11:00 WIB
Bismillahirrahmanirrahiim...
Program Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan beras miskin (raskin) tidak bisa membebaskan anak dari jerat kemiskinan.
Kesimpulan ini ditemukan oleh para peneliti dari Smeru Research Institute lewat penelitiannya yang berjudul Efect of Growing up Poor on Labor Market Outcomes: Evidence from Indonesia, yang dipublikasikan oleh Asian Development Bank Institute.
Ada sekitar 22.000 orang dari 7.224 yang disurvei pada tahun 2000, 2007, dan 2014. Hasilnya adalah BLT dan raskin hanya sebagai penolong sementara. BLT dan raskin hanya membantu ketika krisis atau peralihan kebijakan terjadi.
"Namun kini pemerintah sudah mengimplementasikan Program Keluarga Harapan (PKH). Apakah ini bisa punya dampak jangka panjang yang menguntungkan, perlu diteliti lagi," kata para peneliti.
Daniel dan kawan-kawannya belum bisa memastikan apa yang membuat anak-anak sulit lepas dari jerat kemiskinan ketika dewasa.
Penelitian itu juga mengutip penelitian yang menyebutkan bahwa mereka yang berpenghasilan tinggi ketika dewasa, bukan karena punya keahlian lebih.
Sebab anak-anak dari keluarga miskin yang punya keahlian lebih nyatanya juga tak bisa sesukses anak-anak yang tak miskin.
- Tanggapan penulis terhadap berita online di atas
Jika membicarakan fenomena kemiskinan tidak akan ada habisnya, karena memang negara Indonesia belum bebas dari jerat kemiskinan. Tanggapan saya mengenai berita tersebut ialah anak-anak yang tumbuh di keluarga miskin atau mengalami kemiskinan di masa mudanya tetap mendapat penghasilan lebih rendah dibanding anak-anak yang tumbuh di keluarga sejahtera dikarenakan anak yang tumbuh di keluarga miskin lebih sulit mendapat akses untuk meningkatkan kualitas diri dan pemerintah yang belum menyediakan wadah yang cukup untuk itu.
Komentar
Posting Komentar